5 Website Bisa Menggantikan Software di Komputer

Jakarta, Mercu Buana – Software yang mungkin berat, memakan memori yang besar, bahkan membuat komputermu lemot, mungkin dipertahankan karena kegunaannya. Misalnya Photoshop, software Anti-Virus, editor video, dan banyak software lain. Tetapi tahukah kamu? Ternyata tak perlu menginstall software di komputer, kini banyak website yang sudah sedemikian “powerfull”, sehingga mampu menggantikan software yang sudah kamu install sebelumnya.
Bermodalkan kuota internet saja, komputer pun menjadi lebih “lega” dan tak terlalu berat memorinya. Berikut ini 5 contoh website yang berguna, dan cukup mampu membuatmu meng-uninstall software-software yang ada di komputermu:

WeVideo

Siapa yang menyangka ada website untuk mengedit video secepat dan selengkap WeVideo. Editor video yang sejak dulu mempunyai kesan lambat, tak terlihat lagi di website ini. Inilah yang membuat WeVideo mendapat penghargaan dari TechDigest sebagai Cool Tool dan Trendsetter Website di tahun 2017. Jadi jelas, WeVideo sangat bisa menggantikan Adobe Premiere Pro ataupun Cyberlink PowerDirector. Walaupun, kamu harus membayar langganan untuk akun tipe bisnis, dan tool trial untuk akun tipe pendidikan.

Prezi

Mungkin sudah banyak yang tahu. Bila kita bosan dengan format presentasi PowerPoint, maka website Prezi bisa menjadi alternatif yang bukan hanya lebih indah, tetapi kompatibilitasnya pun terjamin.

Virus Total

Salah satu website tool yang tergabung dengan grup Google ini berfungsi sebagai scanner virus. Bernama Virus Total, website ini cukup bisa menggantikan software anti-virus milikmu di komputer bila kamu rajin men-scan virus secara manual saat mendownload file atau mengunjungi url. Hayo, mau ketergantungan dengan anti-virus tapi tetap “kecolongan” juga, atau mulai berhati-hati dan men-scan semuanya sendiri?

Online Convert

Sebenarnya di internet banyak tersedia peralatan converter di berbagai website. Tetapi rasanya tidak ada yang bisa selengkap Online Convert. Bahkan, di website ini kita bisa melakukan lintas konversi, semisal format MOV menjadi format gambar JPG, dan lain sebagainya. Ini efektif untuk menggantikan aplikasi seperti Format Factory atau software sejenisnya.

Pixlr

Kalau website yang ini, bisa dibilang sangat mampu menggantikan editor foto seperti Adobe Photoshop. Selain karena ringan dan lengkap, website ini 100 persen gratis!

Sering Numpang WiFi Gratis Sembarangan? Hati-Hati Ya! Ada Bahaya yang Terus Mengintai

Jakarta, Mercu Buana – Perkembangan komputer dan internet dewasa ini semakin pesat saja. Pembangun infrastruktur internet untuk wilayah pelosok Indonesia pun dikejar menjadi target pembangunan internet selanjutnya. Layaknya sebuah tanaman yang tumbuh dari waktu ke waktu, rasanya internet di Indonesia semakin berkembang. Tetapi, yang sangat disayangkan adalah jaringan internet broadbant yang sepatutnya dapat memenuhi ekspektasi pengguna, malah cenderung meleset dari ekspektasi. Itulah sebabnya pengguna di Indonesia lebih suka berburu hotspot gratis dengan maksud supaya jaringan yang didapatkan lebih cepat dan stabil dan tentu saja gratis. Memang, siapa sih, yang nggak suka internet gratis? Sebagian pengguna yang memanfaatkan internet gratisan, mungkin di antaranya tidak tahu seberapa bahayanya bila memakai internet gratis dengan tidak hati-hati. Bahaya Wi-fi gratis yang tersembunyi ini sepatutnya Anda ketahui sebelum menyesal di akhir. Maka dari itu, mari simak yang berikut ini!

1. Melihat konten yang tak pantas Selain melanggar norma dan etika, megakses konten berbau dewasa memang sepatutnya Anda hindari terlebih di area umum dengan menggunakan nwifi gratis ini. Apalagi jika dilakukan di tempat umum dapat mengubah cara pandang orang terhadap Anda.

2. Deep Web atau Dark Web Situs Deep Web adalah situs berbahaya yang memiliki banyak virus di dalamnya. Tak hanya memata-matai halaman apa saja yang dikunjungi melainkan juga penggunanya. Di berbagai kasus, situs ini dapat membajak webcam, kamera depan, atau bisa juga membajak microphone Anda.

3. Mengakses sistem informasi online perusahaan Sangat berbahaya bila Anda mengakses sistem informasi yang sengaja dibangun untuk menyimpan data-data sensitive. Misalnya saja data-data karyawan atau yang lainnya. Hal ini harus dihindari supaya tidak terjadi pembobolan akun dan mengakses data yang ada di dalamnya.

4. Internet banking Akan menjadi sisa-sia jika tak berhati-hati saat bertransaksi online melalui Wi-fi gratisan meskipun internet banking telah menyempurnakan keamanannya. Sebab Wi-fi gratisan tidak dibangun dengan keamanan yang cukup tinggi, maka dari itu sebaiknya Anda tidak bertransaksi online dengan internet banking saat memakai Wi-fi gratis.

5. Mengakses informasi yang sensitif Aktivitas browsing yang terdengar biasa saja akan menjadi sesuatu yang harus dihindarkan saat ber-Wi-fi-an gratis bila melakukan browsing untuk mencari informasi sensitif. Misalkan saja mencari informasi tentang suatu kebenaran seperti peristiwa yang ditutup-tutupi, rahasia Negara atau perusahaan. Sebab lalu lintas data Wi-fi gratisan sangat mudah dibajak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sering Numpang WiFi Gratis Sembarangan? Hati-Hati Ya! Ada Bahaya yang Terus Mengintai https://www.beritateknologi.com/sering-numpang-wifi-gratis-sembarangan-hati-hati-ya-ada-bahaya-yang-terus-mengintai/

Tips Mempercepat Performa Google Chrome dengan Tingkat Pemakaian RAM yang Terjaga

Jakarta, Mercu Buana – Seringkali penggunaan Chrome dianggap senang memakan RAM. Atau beberapa kasus lainnya Chrome berjalan dengan lambat. Hal tersebut tentu saja sangat mengesalkan. Padahal, ada loh cara untuk bisa mengatasi hal tersebut. Anda tetap bisa memperoleh kinerja yang maksimal dari Google Chrome dengan tingkat penggunaan RAM yang terbatas. Berikut ini adalah caranya:

1. Menutup proses secara manual Jika Chrome Anda berjalan lambat, Anda cukup melihat daftar proses yang tengah berjalan. Untuk masuk ke Task Manager, tekan Shift + Esc untuk Windows atau dari menu Window jika Anda ,memakai Mac. Lalu Anda bisa mengurutkan proses menurut penggunaan memori dan mematikan apapun yang tidak dibutuhkan.

2. Singkirkan semua ekstensi yang tidak dipakai secara manual Hanya karena mendownload video di satu waktu, bukan berarti membutuhkan ekstensi di setiap waktu. Anda harus selektif memilah ekstensi yang kamu installdan selektif mana ekstensi yang kamu simpan. Jadi ketik chrome: // extensions ke address bar untuk menonaktifkan ekstensi yang tidak dibutuhkan secara reguler yang masih berguna. Lalu hapus ekstensi yang menurut Anda tidak berguna.

3. Buat semua plugin bekerja secara manual Chrome sejak tahun kemarin telah memblokir Flash ads kecuali website utama. Tetapi chrome sudah menyertakan “click to play” yang mana chrome tidak otomatis memainkan atau memutar setiap plugin. Anda bisa mengaktifkannya ke setelan chrome: //settings, klik on Show Advanced settings, lalu klik Content settings under Privacy. Gulir ke bawah ke bagian Plugins dan pilih ‘Let me choose when to run plugin content’.

4. One tab dan The Great Suspender Jika Anda cenderung menyimpan banyak tab dan tidak berniat mengubah kebiasaan itu, ada beberapa ekstensi yang bisa membantu. Dua pilihan yang paling populer adalah One Tab dan The Great Suspender. One Tab pada dasarnya memungkinkan Anda menutup setiap tab yang terbuka dengan satu klik dan mengubahnya menjadi daftar. Kapanpun Anda perlu mengakses tab lagi, Anda dapat mengembalikan semuanya sekaligus atau secara individual dengan mengklik link masing-masing. Anda juga dapat dengan mudah mengekspor dan mengimpor tab Anda sebagai daftar URL. Bergantung pada berapa banyak tab yang Anda jalankan dan berapa banyak skrip yang berjalan di dalam tab Anda, memindahkannya ke OneTab dapat meningkatkan kinerja secara signifikan.

5. Data Saver Extension Jika koneksi Anda lamban atau loading lama, Anda bisa memakai ekstensi ini. Ekstensi ini dapat membantu mengurangi penggunaan data dengan memakai server perusahaan untuk memampatkan halaman sebelum dikunjungi. Tetapi perlu diketahui bahwa halaman yang diakses dari koneksi pribadi atau HTTPS atau tab penyamaran tidak akan dioptimalkan atau tidak dilihat Google.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Tips Mempercepat Performa Google Chrome dengan Tingkat Pemakaian RAM yang Terjaga Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/tips-mempercepat-performa-google-chrome-dengan-tingkat-pemakaian-ram-yang-terjaga/

Penggunaan VPN di Indonesia Akan Diatur Kominfo

Jakarta, Mercu Buana – Maraknya penggunaan Virtual Private Network ( VPN) di Indonesia, membuat pemerintah akan mengkaji regulasi terkait layanan ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) membuka kemungkinan untuk mengatur izin layanan VPN di Indonesia. Menurut Dirjen Aplikasi Informatika, Samuel Pangerapan, langkah tersebut diambil karena penggunaan VPN gratis memunculkan risiko pencurian data pengguna. Selain itu menurut Samuel, VPN gratis juga bisa disalahgunakan untuk menyebarkan spyware. “Maka dari itu, kami kaji regulasi bahwa layanan VPN harus berizin,” ungkap Samuel. Mengutip pemberitaan Antaranews, Jumat (14/6/2019), meski demikian, Kominfo menegaskan bahwa tidak akan ada larangan untuk menggunakan VPN di Indonesia, meski aturan tersebut kelak diterbitkan. Baca juga: Situs Banyak Diblokir, Indonesia Jadi Pengguna VPN Tertinggi VPN sebenarnya adalah layanan internet tertutup yang dibuat justru untuk melindungi data pengguna. Penggunaan VPN pun telah diaplikasikan di perusahaan-perusahaan besar, contohnya adalah perbankan. Banyak bank yang menggunakan VPN untuk melindungi data pengguna dari risiko terjadinya pencurian data. Sehingga, muncul pertanyaan mengapa ada pembuat VPN yang memberikan layanan secara cuma-cuma. “Semua ISP punya layanan VPN, karena tersambung dengan layanan internet lainnya,” lanjutnya. Kendati demikian, Kominfo belum dapat memastikan kapan regulasi ini akan rampung dibuat. Pasalnya, regulasi tersebut saat ini masih berada dalam tahap pengkajian. Baca juga: Begini Cara Pasang VPN di Browser Opera Maraknya penggunaan VPN di Indonesia dipicu oleh pembatasan akses media sosial oleh Kominfo sebagai imbas dari aksi pasca-Pemilu 22 Mei lalu. Ketika itu, Kominfo membatasi sejumlah fitur yang ada di media sosial demi menekan peredaran kabar hoaks. Sejumlah aplikasi dan media sosial yang dibatasi yakni Facebook, WhatsApp dan Instagram.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kominfo Bakal Atur Penggunaan VPN di Indonesia”, https://tekno.kompas.com/read/2019/06/14/07555487/kominfo-bakal-atur-penggunaan-vpn-di-indonesia
Penulis : Yudha Pratomo
Editor : Reska K. Nistanto